Selasa, 24 April 2012

Menjalani Hidup yang Tak Hidup

Ada banyak manusia yang memiliki kesadaran secara fisik, menjalani rutinitas sehari-hari, namun tidak mengetahui apa tujuan hidup dirinya dan tidak juga mengetahui apa yang sebenarnya ia ingin lakukan dalam hidup. Lihat 4 tanda orang yang belum mampu menghidupkan hidupnya sendiri. Andakah tipe orang seperti ini?

Tak mengetahui tujuan hidup
Ada orang-orang yang cara berpikir dan cara menjalani keseharian tak ubahnya seorang murid sekolah dengan rutinitas yang sudah diatur. Pergi ke kantor, pulang ke rumah, berbelanja setiap sabtu, berolahraga setiap minggu, tak pernah memikirkan apakah rutinitas ini memang sesuatu yang ingin ia kerjakan sehari-hari, dan tak tahu apa rencana hidupnya dalam 5-10 tahun ke depan.

Membiarkan diri dikendalikan hidup
Bekerja, beristirahat, lelah, jenuh, berhenti kerja, mendapat pekerjaan lain adalah semacam siklus hidup yang terus berputar bagi mereka yang terlalu pasrah menjalani hidup. Jadi, bukan mereka yang kendalikan hidup, hiduplah yang selalu mengendalikan mereka. Tak heran bila banyak bagian hidup mereka yang diisi dengan aktivitas yang tak bermanfaat karena merasa tak rugi kehilangan banyak waktu.

Tak berusaha mewujudkan keinginan
Bukannya memanfaatkan waktu dengan segera melakukan rencana-rencana yang telah dipikirkan, orang yang tak menghidupkan hidupnya malah sibuk mengeluh bahwa mereka "tak punya waktu", atau beralasan "nanti saja" setiap ada kesempatan mewujudkan impian. Karena terlalu membuang waktu, ketika kesempatan lewat, mereka akan berkubang dalam keluhan baru, yaitu "semuanya sudah terlambat!".

Kurang ambisi dan motivasi
Orang yang tak menghidupkan hidupnya cenderung kurang termotivasi dan tak memiliki ambisi karena sebagian besar hidupnya adalah untuk menyesuaikan diri dengan harapan orang lain. Mimpi-mimpi dan harapan pribadi kerap dibuang jauh sambil terus meyakinkan diri, inilah hidup yang ingin mereka jalani.
Nah, bagaimana dengan Anda sendiri?


(mps)

Senin, 16 April 2012

4 Langkah Menghadapi Rekan Yang Kritis

Di mana pun berada, orang-orang kritis selalu bisa Anda temui. Merekalah tipe orang yang, apapun tujuannya, berusaha meneliti setiap hal sehingga menghasilkan komentar atau kritisi yang terkadang sulit Anda terima. Daripada terus memendam kekesalan pada tipe orang seperti ini, simak beberapa langkah sederhana menghadapi rekan kritis.
  1. Jangan diambil hati
    Orang kritis seringkali melontarkan pendapatnya bukan untuk menjatuhkan Anda, namun karena mereka berusaha menempatkan sudut pandang pribadi terhadap Anda dalam melihat suatu situasi. Namun, cara mereka meyakinkan pendapat merekalah yang benar yang kemudian mengesalkan. Maka, usahakan tidak mudah sakit hati menanggapi kritikan dari si kritis.

  2. Memahami maksud dalam kritik
    Menanggapi kritik dari si kritis secara negatif hanya akan membuang-buang energi Anda. Sebaliknya, cobalah untuk memahami isi kritik yang ia lontarkan. Fokuslah pada apa pesan yang ia coba katakan, dan bukan kepada bagaimana caranya mengungkapkan. Pesan baik dalam kritik orang tersebut tak akan didapatkan bila Anda terus bergelut dalam kekesalan.

  3. Terima sebagai bentuk kejujuran
    Ada sebagian orang yang mampu mengungkapkan ketidaksetujuan atau ketidaksukaannya secara langsung, dan sebagian yang lain tidak. Anggaplah pendapat si kritis ini sebagai komentar jujur yang belum tentu Anda dapatkan dari sembarang orang, terutama dari orang yang memilih berkata baik namun penuh kepalsuan.

  4. Jangan meminta pendapat
    Saat bercerita tentang suatu peristiwa yang dialami, terkadang Anda memberi celah bagi orang lain untuk berpendapat. Bila tak sanggup mendengarkan kritik pedas, hindari membuka pembicaraan dengan si kritis tentang topik yang memberi mereka celah untuk berkomentar meski tidak diminta.

    (mps)

Selasa, 10 April 2012

Internet, Sarana Mudah Mencari Kerja


Internet memainkan peran yang semakin besar dalam proses pencarian kerja saat ini. Para perusahaan pun teratur mencari karyawan baru dan pencari kerja online dan rutin melihat jobsite sebagai salah satu sumber terbesar mereka untuk memasang iklan lowongan pekerjaan. Disamping merupakan sumber informasi terbesar akan kesempatan kerja yang tersebar di Internet juga memiliki kelemahan, pencari kerja sekarang bertanya-tanya di mana mencari peluang yang relevan dengan mereka?
Berikut ini beberapa sumber yang bermanfaat bagi para pencari kerja.

Jobsite
Banyak jobsite dapat ditemukan di internet, situs penyedia lowongan kerja yang menampilkan lowongan pekerjaan yang hampir terdapat di semua wilayah. Dengan Menyingkirkan lowongan pekerjaan yang tidak relevan dari hasil pencarian dengan menggunakan pilihan pencarian di situs tersebut. Hal ini membuat Anda fokus dan menghemat banyak waktu dan uang Anda. Cobalah untuk menentukan sebanyak yang Anda dapat, misalnya jarak maksimum Anda ingin melakukan perjalanan dan jumlah jam yang Anda inginkan.
Sebagian besar jobsite menawarkan kesempatan untuk
mendaftar sebagai pencari kerja dan memungkinkan Anda memperoleh email harian yang berisi lowongan pekerjaan terbaru yang relevan untuk Anda. Hal ini memungkinkan Anda untuk melacak peluang kerja terbaru tanpa harus melakukan pencarian setiap hari. Contoh jobsite penyedia lowongan pekerjaan terbesar secara gratis adalah www.karir.com. Disini Anda dapat memperoleh informasi lowongan kerja terbaru yang fokus pada bidang, fungsi kerja, wilayah dan lulusan tetentu.

Social Media
Semakin banyak orang yang mengakses situs media sosial setiap harinya. Situs-situs ini tidak hanya memungkinkan Anda untuk bersosialisasi dengan teman, tetapi juga dapat membantu Anda untuk menemukan pekerjaan baru. Mendaftar dengan Facebook atau Twitter dan biarkan orang tahu Anda sedang mencari peluang kerja baru. Tentu saja tidak ada yang menghentikan Anda dari aktif mencari situs-situs lowongan kerja sendiri. Sebagai contoh, www.karir.com juga memasang iklan lowongan pekerjaanya di Facebook dan Twitter.

Search Engine
Ketika Anda memasukkan kata kunci di search engine seperti Google atau yahoo maka akan muncul halaman yang cocok dan relevan dengan kata kunci tersebut. Mengapa hal ini tidak dilakukan saat Anda sedang mencari peluang karir dan ingin mengirimkan lamaran kerja di perusahaan yang Anda tidak tahu alamat lengkapnya. Contohnya jika Anda ingin mencari lowongan pekerjaan di daerah Jakarta, maka Anda cukup memasukkan kata kunci lowongan kerja jakarta di search engine maka akan muncul halaman yang cocok dengan pencarian Anda. Begitupula dengan kata kunci lowongan, lowongan it, lowongan akuntansi, lowongan sales, lowongan marketing, lowongan hrd, lowongan desain, lowongan admin, lowongan pekerjaan, karir, lowongan kerja, lowongan kerja jakarta, lowongan kerja bandung, lowongan kerja surabaya, lowongan kerja medan, lowongan kerja jogja, lowongan kerja solo, lowongan kerja malang, lowongan kerja tangerang, lowongan kerja bekasi, lowongan kerja makassar, bursa kerja, cari kerja, lamaran kerja, company, opportunity, career, jobs, job fair, vacancies, employment, dan karier.

Semoga Bermanfaat

Sumber

Senin, 09 April 2012

5 Langkah Memotivasi Diri Sendiri

Sering merasa tak bersemangat, jenuh dan mudah stres? Situasi kantor, rumah, dan di mana pun Anda berada memang tidak diciptakan untuk selalu sesuai keinginan Anda. Untuk mengatasinya, hanya satu kata yang mungkin Anda butuhkan. Motivasi. Berikut beberapa langkah sederhana untuk memotivasi diri sendiri.

  1. Memiliki penyebab
Adanya motivasi diri muncul karena satu atau beberapa penyebab, yang kemudian mendorong Anda untuk melakukan sesuatu yang baru atau mempertahankan sesuatu yang Anda miliki sekarang. Entah itu sebab personal (seperti ingin memperoleh kesuksesan) atau sebab dari luar (seperti dari keluarga), temukan sebab tersebut.
  1. Memiliki mimpi besar
Sebab yang Anda miliki belumlah kuat sampai sebuah mimpi Anda punyai. Jangan pernah takut untuk memiliki cita-cita dan mimpi, karena seperti kata penulis serial fiksi Narnia, C. S. Lewis, “Anda tak akan terlalu tua untuk memiliki cita-cita baru dan memimpikan mimpi yang baru”.
  1. Merasa “lapar”
Dalam konteks ini, “lapar” adalah menginginkan sesuatu dengan sangat. Karena, untuk menjadi benar-benar termotivasi, rasa “ingin” saja tidaklah cukup. Penting bagi Anda untuk juga merasa “lapar” dan sangat ingin mewujudkan suatu mimpi besar yang muncul karena sesuatu sebab.
  1. Berhenti membanding-bandingkan diri
Setiap manusia diciptakan berbeda dengan keistimewaannya masing-masing. Jadi, berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain karena hasilnya selalu tak akan memuaskan dan menjauhkan Anda dari motivasi diri yang telah susah payah dibangun.
  1. Selangkah lebih maju
Yang membedakan pemenang dengan pecundang adalah bagaimana mereka menghadapi rintangan. Seorang pemenang akan terus berusaha melanjutkan usaha yang telah ia mulai di tengah berbagai hambatan. Maka, tanamkan dalam pikiran bahwa Anda bisa maju selangkah dan selangkah lagi sementara orang lain mungkin sudah berhenti.

(mps)

Selasa, 03 April 2012

Mengubah 4 Kebiasaan Tak Produktif

Tanpa disadari, Anda kerap menjalani hari dengan tidak efisien dengan memelihara kebiasaan-kebiasaan tak produktif sepanjang waktu. Padahal, mengubah kebiasaan tak produktif akan meningkatkan kualitas hidup Anda. Berikut langkah mengubah 4 kebiasaan buruk yang cenderung tak produktif.

Membiarkan hidup dikendalikan orang lain
Secara tak sadar, banyak dari kita yang menyesuaikan pilihan-pilihan hidup dengan orang lain, demi agar diterima lingkungan, atau sekedar mengikuti pendapat orang tanpa memilahnya dahulu. Seperti kata Steve Jobs, "hidup Anda singkat, jangan membuang waktu dengan menjalani hidup orang lain". Jadi, Andalah yang paling berhak mengendalikan hidup sendiri, dan gunakan hak itu sebaik mungkin.

Tak mempedulikan kesehatan
Selagi muda, orang cenderung kurang mempedulikan kesehatannya. Padahal, apa yang kita konsumsi sekarang akan terasa dampaknya di kemudian hari. Mulailah gaya hidup sehat dengan cukup istirahat, konsumsi makanan dan minuman sehat, dan rajin berolahraga. Kualitas tubuh yang baik akan meningkatkan kualitas hidup Anda, dan memperkecil kemungkinan terserang penyakit berbahaya.

Tidak tepat waktu
Hitung kembali sudah berapa kali Anda membuat janji dengan rekan dan datang tak tepat waktu. Dengan tidak menghargai waktu, Anda tak hanya sedang membuang-buang waktu sendiri, namun juga membuang waktu orang lain. Atur jadwal kegiatan harian Anda dan datanglah tepat waktu ketika memiliki janji dengan orang lain.

Tak menyelesaikan pekerjaan yang telah dimulai
Seringkali pekerjaan yang telah kita mulai dengan semangat berakhir di tengah jalan karena tak mampu konsisten dengan rencana dan keinginan yang ingin kita capai. Cerobohnya, pekerjaan yang tak selesai ini sering disebabkan oleh kebiasaan Anda menunda-nunda pekerjaan. Atur waktu Anda untuk menyelesaikan segala sesuatu yang telah dimulai, dan pertahankan konsistensi Anda untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut meski hasilnya tak secepat yang diperkirakan.

(mps)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Hallo sob, mohon dukungannya ya untuk kontes Sepeda Motor Bebek Injeksi Kencang dan Irit Jupiter Z1 dan juga Sepeda Motor Bebek Injeksi Kencang dan Irit Jupiter Z1, Terima Kasih.